Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 64

"Kamu pikir Keluarga Jonathan kekurangan uang?" Sinta mencibir, "Sekarang, keluarga kita justru kekurangan. Ditambah lagi ada satu orang yang cuma bisa menghabiskan uang. Jangan sok hebat." Jimmy terdiam. Ucapan istrinya memang tepat sasaran. Sebenarnya, Jimmy jauh lebih mementingkan keuntungan. Hanya saja, biasanya dia menjaga harga dirinya dan tidak blak-blakan seperti Sinta. "Aku sudah telepon Ansel tadi. Soal Stella, dia kelihatan nggak terlalu senang." Di hati Sinta, yang paling berharga adalah Kurnia. Hanya Kurnia yang menjadi anak kesayangannya. "Kok kamu ganggu dia? Sekarang usahanya lagi lancar. Kamu malah bahas hal yang bikin dia kesal. Dari kecil dia gampang luluh, jadi wajar kalau masih sayang pada anak nggak tahu diri itu." Jimmy juga sudah kehabisan akal. Bagi Keluarga Fulberto, menyingkirkan Keluarga Linggara lebih mudah daripada menginjak seekor semut. Jimmy tidak bisa membiarkan Keluarga Linggara hancur di tangannya sendiri. Jimmy tidak membuka suara. Saat ini, situasi

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.