Bab 97
"Tunggu!"
Seperti biasa, Stella buru-buru ke kantor. Satu detik sebelum pintu lift menutup, dia meraih dan menahannya, lalu berhasil masuk ke dalam.
Pintu lift terbuka, lalu Stella melihat Mimi.
Hari ini, dia mengenakan setelan jas hitam, rambut ikalnya yang panjang diikat dengan gaya ekor kuda rendah. Dia mengenakan kacamata tanpa bingkai, hingga memberinya penampilan seperti wanita karier pada umumnya.
"Bu Mimi, pagi."
Stella menyapa Mimi sambil tersenyum.
Dia tidak ingin menyenangkan Mimi demi memudahkan pekerjaannya. Namun, dia hanya ingin memberi kesan baik pada Mimi.
Tentu saja, dengan statusnya itu, dia tidak perlu menyenangkan siapa pun.
Namun, menghadapi senyum Stella yang ceria, Mimi hanya mengangguk sedikit.
Jika itu orang lain, besar kemungkinan mereka akan ngira Mimi itu cuek dan susah didekati. Namun, Stella justru makin simpatik padanya.
Bahkan saat Mimi mengangguk barusan, Stella merasa seperti sedang melihat tokoh wanita cuek versi nyata ala novel yang dulu sering dia

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link