Bab 1674
Setelah Serina mengetahui hal ini, dia segera bergegas ke kediaman Adera.
Dia terus mengetuk pintu dan berteriak dengan cemas, "Adera, buka pintunya. Ini aku, Serina!"
Setelah beberapa saat, pintu perlahan terbuka dan memperlihatkan wajah Adera yang kuyu serta mata merahnya bengkak.
Serina memeluknya dengan sedih dan menghibur, "Adera, jangan terlalu pedulikan apa yang orang-orang katakan. Mereka sama sekali nggak tahu dirimu yang sebenarnya."
Suara Adera parau, "Serina, aku benar-benar nggak tahu harus berbuat apa lagi. Aku merasa duniaku tiba-tiba runtuh."
Serina menatapnya dengan tegas, "Jangan takut, ayo cari cara untuk menghadapinya bersama. Ini cuma kesulitan sementara. Selama kamu tetap teguh, pada akhirnya kebenaran akan terungkap."
Sementara itu, Keane juga berada dalam masalah.
Dia tidak menyangka sebuah foto akan menimbulkan akibat yang begitu serius.
Manajer menyarankannya untuk menjauhkan diri dari Adera demi menenangkan kemarahan penggemar.
Akan tetapi, Keane menolak deng

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link