Bab 91

Ketika kembali ke kantornya, Bagas memikirkannya dan masih marah, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Edwin. "Pak Edwin, kapan Bapak punya waktu luang? Saya ingin bertemu dengan Bapak mengenai proposal yang Bapak sampaikan sebelumnya. Setelah saya pertimbangkan, saya pikir itu adalah cara yang baik!" Setelah menutup telepon, mata Bagas memiliki kilatan licik. Serina, karena kamu begitu kejam, jangan salahkan aku kalau aku juga bertindak kejam! Malam harinya, saat Serina pulan ke rumah, Aldi sedang duduk di ruang tamu sambil membaca dokumen. Mendengar suara pintu dibuka, Aldi meletakkan dokumen dan berbalik untuk melihat Serina. Setelah itu dia berkata, "Makan malam yang disiapkan oleh bibi sudah dihidangkan di meja, ayo makan dulu." Serina dengan ekspresi yang sinis, duduk di depan Aldi lalu berkata, "Jangan terburu-buru membahas makan malam. Sebelum itu, Pak Aldi seharusnya memberikan penjelasan kenapa tadi malam, aku harus membantumu mandi saat kamu bisa mandi sendiri?" Aldi tet

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.

Terms of UsePrivacy Policy