Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 12

"Tentu saja Vanya." Begitu Kresna mengucapkan kalimat itu, sang asisten menginjak rem mendadak, hingga ban berdecit nyaring. "Maaf, Pak Kresna!" Sang asisten buru-buru minta maaf, punggungnya basah oleh keringat dingin. Yang mengejutkan, Kresna tidak marah sama sekali. Dia hanya menatap dingin sang asisten melalui ke kaca spion. "Jawaban ini sampai membuatmu terkejut begitu?" Tangan sang asisten yang memegang setir gemetar halus. Lebih dari sekadar terkejut. Ini benar-benar mengguncang pemahamannya. Namun dia tidak berani berterus terang. Dia hanya bisa berkata hati-hati, "Tapi ... tapi saya melihat Anda memperlakukan Nona Calia sangat baik, bahkan lebih baik daripada Nona Vanya ... " Kresna menekan pelipisnya dengan jari panjangnya, dan bersandar di kursi kulit mobil. "Itu karena dia pernah menyelamatkanku." Cahaya neon di luar jendela menyapu wajah tegasnya, dan mata yang biasanya selalu tenang itu untuk sesaat memperlihatkan sedikit kelelahan. Saat dia menutup mata, kenangan datan

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.