Bab 14
Kresna, kamu bilang apa ... kamu nggak menyukaiku?" Suara Calia tiba-tiba meninggi, wajahnya pucat pasi seketika. "Nggak mungkin ... padahal kamu jelas ... "
"Maaf telah memberimu kesan yang salah." Suara Kresna tenang, tapi terdengar kejam. "Dulu banyak yang mengejarku, jadi aku butuh seseorang sebagai 'tameng'."
Tameng?
Seketika, wajah Calia berubah pucat pasi.
Kresna berhenti sebentar, lalu melanjutkan, "Sebagai kompensasi, setiap tahun aku selalu mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu. Aku kira kamu tahu ini hanya sebuah transaksi."
"Kemudian, kamu menolongku saat kecelakaan itu, dan tubuhmu terluka. Itu kenapa selama ini aku selalu menuruti semua permintaanmu." Tatapannya tenang saat menatap wajah Calia yang pucat. "Selain itu ... nggak ada yang lain lagi."
Seluruh ruangan langsung gaduh.
Mata yang tadinya penuh kekaguman kini berubah menjadi sinis dan menghina. Bisik-bisik memenuhi aula seperti gelombang yang menyapu Calia.
"Aku sudah bilang, dengan status dan posisi seperti itu

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link