Bab 21
Karena pekerjaan di Grup Tiranta menumpuk, Kresna harus kembali untuk menanganinya.
Sore hari di pulau pribadi.
Tiga hari setelah kepergian Kresna, Vanya berdiri di depan jendela besar, menatap cahaya matahari terakhir yang tenggelam di ufuk laut.
Seorang pelayan masuk perlahan dan meletakkan secangkir susu hangat. "Nyonya, silakan minum sedikit."
Vanya tetap diam, hanya bertanya, "Kapan dia akan kembali?"
"Pak Kresna bilang, setelah urusan perusahaan selesai ... "
"Prang!"
Vanya melempar gelas kaca itu ke dinding hingga pecah berserakan dan susu tumpah di lantai.
"Aku bukan nyonya siapa pun," kata Vanya dengan dingin. "Keluar!"
Pelayan itu terkejut dan segera mundur.
Vanya menunduk dan mengambil sepotong pecahan kaca paling tajam di lantai.
Di saat yang sama, di kantor pusat Grup Tiranta di Kota Norwig.
Kresna duduk di kursi utama ruang rapat, mendengarkan laporan para eksekutif, sambil tanpa sadar menyentuh layar ponselnya.
Di layar itu terlihat tangkapan kamera pengawas yang diterim

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link