Bab 2682
"Ahhh!"
"Uhuk!"
Dalam kesedihan yang luar biasa, Edmund memuntahkan seteguk darah lagi dan jatuh ke tanah. Pada saat ini, Surya yang sudah bertahan, akhirnya tak kuasa menahan diri untuk tidak memuntahkan seteguk darah lagi dan jatuh ke tanah.
Angin malam bertiup, Pegunungan Burung Merah kembali tenang. Sementara Surya dan Edmund, yang satu terbaring di atas tanah untuk beristirahat, sedangkan yang lain tergeletak di atas tanah. Keduanya sudah kehabisan seluruh kekuatan mereka.
Dalam pertarungan ini, tidak ada pemenang di antara keduanya.
"Sepertinya aku sudah salah mengira. Seharusnya aku nggak menanyakan masa lalumu. Sekarang, aku sudah menghabiskan seluruh energiku dengan inkarnasi ini dan aku jelas bukan tandinganmu."
Saat mendengar ini, Surya tiba-tiba teringat sesuatu, menengok ke arah Edmund seraya menyahut, "Omong-omong, kamu juga punya inkarnasi. Kalau kamu membiarkan inkarnasimu datang sekarang, kamu mungkin bisa membunuhku."
"Hehe, hahaha!"
Edmund tiba-tiba tertawa, lalu ber

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link