Bab 12
Setelah kegagalan pernikahan terakhir, kehidupan Andre dipenuhi desakan tanpa henti dari Aqila.
"Andre, kapan kita akan mengadakan pernikahan lagi?"
"Orang tuaku terus menanyakan, aku sampai malu untuk menemui orang!"
Aqila menghadang di ambang pintu ruang kerja, lingkar matanya memerah, suaranya kecewa dan ketidakpuasan.
"Hotel harus dipesan ulang, gaun harus dipilih ulang, undangan juga harus dikirim ulang."
"Kalau kamu masih nggak menetapkan, semua tanggal bagus keburu habis!"
Andre duduk di belakang meja, pandangannya tertuju pada berkas, tapi tidak membaca satu kata pun.
Dia mengusap dahi, suaranya penuh kelelahan yang sulit disembunyikan.
"Aqila, tunggu sebentar lagi, akhir-akhir ini pekerjaan di kantor banyak."
Nada suara Aqila meninggi, terdengar setengah menangis.
"Tunggu, tunggu, tunggu! Kamu selalu menyuruhku menunggu!"
"Di pernikahan itu kamu meninggalkanku sendirian dan kabur. Kamu tahu betapa memalukannya itu bagiku?"
"Sekarang kamu kembali menanggapiku dengan seadanya! A

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ