Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม
Cinta Bukanlah PermainanCinta Bukanlah Permainan
โดย: Webfic

Bab 75

Kayla mengangguk dengan patuh. Wenny berusaha menenangkan emosinya, tetapi ketakutan yang besar perlahan-lahan membungkus hatinya. Dia juga sangat ingin tahu apakah dia dan Kayla berasal dari panti asuhan yang sama! Suara dingin Wenny terdengar. "Ibu, Ayah, bagaimana kalau kita pergi ke panti asuhan bersama Kayla?" Wajah Kayla kaku, tubuhnya sedikit bergetar, nyaris tak terlihat. Kedua orang tuanya mendongak dengan bingung. Dengan ekspresi tenang, Wenny melanjutkan, "Apa Kayla juga diambil dari panti asuhan? Apa kalian pernah berpikir untuk membantu Kayla mencari orang tua kandungnya?" Saat mengatakan ini, pandangan Wenny tanpa suara jatuh di wajah Kayla. Mata Kayla tampak menyiratkan emosi yang dalam, dan jari-jarinya mengepal makin erat. Melihat situasi itu, Bu Helen agak mengernyitkan alisnya. "Saat kami membawa Kayla, orang tuanya sudah meninggal." Wajah Wenny tetap tenang, suaranya tidak keras atau lemah. "Kalau begitu, kenapa kita nggak pergi ke panti asuhan bersama Kayla hari in

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.