Bab 96
Victoria duduk di bangku tinggi di depan meja bar, sementara Julian berjalan mendekat, menyandarkan kedua tangannya di meja bar di belakangnya, seolah-olah memerangkapnya. "Kamu senang tadi malam?"
Victoria tertegun, butuh waktu sejenak untuk memahami maksud Julian.
"Ya ... lumayan," jawabnya dengan sedikit canggung, merasa tertekan oleh keberadaan Julian yang begitu dekat.
"Bukan hanya 'lumayan', 'kan?" Julian sedikit menundukkan tubuhnya, suaranya terdengar menggoda. "Tadi malam, kamu nggak bilang begitu ... "
"Diam!" Victoria melotot padanya.
"Tadi malam, kamu terus memelukku ... dan bicara ... "
"Aah! Berhenti bicara!" Victoria buru-buru menutup telinganya.
Saat ini, dia sudah seperti udang rebus, wajahnya memerah hingga ke leher.
Julian merasa bahwa Victoria dalam kondisi seperti ini sangat menggemaskan. Mulutnya memang terdengar begitu liar, tetapi dia ternyata sangat mudah dibuat malu.
Dia menyunggingkan senyum tipis, lalu perlahan-lahan wajahnya kembali serius, "Kamu bilang tad

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ