Bab 9
Aldo mengerutkan kening, hendak membuka mulut, tapi Nadia menepuk tangannya, memberi isyarat agar dia tenang.
Aldo terkejut sejenak, lalu perlahan melepaskan cengkeramannya di kerah baju Darian.
Darian sempat terdiam, lalu matanya berbinar sedikit karena kagum.
"Sayang, kamu benar-benar setuju?"
"Tenang saja, aku pasti akan menyiapkan pernikahan yang lebih megah dari ini, supaya seluruh dunia melihat cinta kita."
"Apa pun yang kamu inginkan akan aku berikan padamu."
Nadia tersenyum tipis, tapi senyumnya tak sampai ke mata.
"Kalau yang kumau adalah seluruh kekayaan Keluarga Prasetya, bagaimana?"
Melihat kening Darian berkerut, Nadia terkekeh pelan.
"Hanya bercanda, jangan terlalu tegang."
"Menikah boleh saja, tapi bagaimana dengan kesungguhanmu? Nggak mungkin hanya sekadar ucapan, 'kan?"
Matanya menyapu Darian dari atas ke bawah, lalu perlahan berhenti menatap Elita.
Darian mengikuti pandangannya ke Elita, dan seketika mengerti maksudnya.
Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum menawa

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ