Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 131

Zavier terdiam sejenak, dia teringat pada air mata Thalia yang baru saja jatuh di depan matanya. Perasaan yang sudah susah payah dia tekan kembali bergejolak. Jimmy masih melanjutkan, "Kamu nggak lihat, dia menangis sampai begitu menyedihkan, langsung menabrak ke pelukan aku. Aduh, kalau bukan karena aku ingat dia tunanganmu, paling nggak aku pasti sudah kasihan, sayang-sayang dan menghiburnya sedikit." Kelopak mata Zavier sedikit terangkat, tatapannya yang dingin menusuk ke arah Jimmy. Saat di kampus, Jimmy memang terkenal sebagai playboy, semua orang bilang tidak ada perempuan yang tidak bisa dia taklukkan. Mendadak ditatap dengan sorot mata tajam itu, ditambah teringat lagi kata-kata yang barusan dia ucapkan, jelas ini adalah peringatan telak. Laki-laki mana mungkin tidak mengerti bahasa tubuh sesama laki-laki? Hanya saja, dia tak menyangka Zavier yang dingin dan keras itu, akhirnya bisa jatuh cinta juga. Namun, niat menggoda di hatinya makin kuat. "Zavier, adik kecil itu benar-bena

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.