Bab 276
Thalia berbisik, "Aku hanya nggak mendengarnya saja."
Namun, Thalia tidak pandai berbohong; bulu matanya yang panjang dan tebal terus bergetar, menunjukkan kurangnya rasa percaya diri.
Sikapnya membuat Zavier tertawa. Zavier mengangkat tangannya untuk mencubit dagu Thalia, lalu memutarnya menghadapnya.
Mata gelapnya menatap tajam ke arah Thalia, nada bicaranya terdengar tenang, "Katakan padaku kenapa."
Dagu Thalia sedikit sakit karena cubitan itu.
Tanpa sadar, Thalia mengerutkan kening, berusaha menghindari tangan Zavier.
Suara Zavier sedikit merendah, "Aku hanya ingin mendengar alasanmu. Aku nggak suka kamu melakukan ini."
Saat tidak bisa menghubungi Thalia, banyak kemungkinan terlintas di benaknya.
Kondisinya akhir-akhir ini buruk, jadi Thalia jarang keluar.
Jika Thalia menghadapi situasi yang sama seperti terakhir kali, itu akan sangat merepotkan.
Sebuah emosi pun muncul di mata Zavier, tapi Thalia tidak menyadarinya.
Thalia memejamkan mata sambil berbisik, "Hari ini Nila kembali ke

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ