Bab 483
Setelah mengantar kepergian Roni dan Chelsea, Thalia berkata pada Zavier, "Demammu baru saja turun, tapi kamu tetap harus pakai mantel kalau mau keluar."
Zavier menggenggam tangannya dengan sangat alami dan membawanya ke dalam kamar pasien. "Aku cuma mau melihatmu."
"Aku cuma bicara dengan Bibi Chelsea di luar, nggak pergi ke mana pun," ujar Thalia dengan sabar.
Hanya saja Zavier seperti tidak mendengar ucapannya dan berkata, "Aku sudah bilang pada mereka kalau mereka nggak perlu datang lagi."
Thalia mengangguk.
Tatapan Zavier menggelap. Akhirnya Zavier mengalihkan tatapannya dari wajah Thalia dan menatap pemandangan di luar jendela.
Beberapa saat kemudian dia baru berkata, "Aku bukannya mau bersama denganmu karena sedang sakit."
Jantung Zavier tiba-tiba berdebar dengan cepat, hal ini membuat emosinya menjadi tidak bisa dikendalikan lagi.
Dia perlahan-lahan mengaitkan 10 jari mereka.
Zavier berkata, "Sebenarnya aku juga nggak tahu kenapa bisa seperti itu, aku cuma mau terus lihat kamu

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ