Bab 23 Kamu Tak Suka, Masih Ada yang Suka
Mendengar reaksi Lana, hati Joshua langsung mencelos. Dia seketika sadar telah salah bicara, tetapi nasi sudah menjadi bubur.
Dia meremas jemarinya dengan kuat, seolah itulah satu-satunya cara untuk menahan emosinya, lalu mendengus sinis. "Jadi, kamu nggak tahu? Lalu, bagaimana dia bisa menaklukkanmu? Apa dia berjanji kalau kamu nggak akan mengusik kehidupan liarnya di luar sana, asalkan dia mau menerima kamu dan anak itu? Kamu pikir di dunia ini benar-benar ada keberuntungan semacam itu?"
"Joshua, jangan gunakan pikiran kotormu untuk menilai orang lain. Mungkin kamu tipe orang seperti itu, tapi Harvey nggak. Sejak pertama kali bertemu, dia sudah bilang kalau anak ini adalah anaknya, tapi aku yang nggak percaya. Kamu seharusnya tahu kenapa aku nggak percaya, karena waktu itu kamu mabuk dan berbohong kalau anak ini milikmu! Kamu bahkan bilang itu bukan kemauanmu, kamu bilang aku yang memaksamu karena kamu sedang mabuk. Bahkan saat membohongiku pun, kamu juga menghinaku. Apa aku memang s

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ