Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 115

Aneh sekali. Dulu tatapan Riko seolah ingin membunuhku saat melihatku, juga selalu memperlakukanku dengan muak dan ketus. Namun saat wajah Kirana yang mirip denganku, sikapnya jauh lebih lembut. Riko bahkan tidak terlihat marah saat aku mencoba mendekatinya. Dari nada dan raut wajah pria itu, dia bahkan terlihat mengalah. Saat aku memikirkan hal itu, Riko bertanya sambil lalu, "Oh ya, kemarin kamu menyebut pamanmu. Apa dia sangat menyayangimu?" Ucapan Riko langsung menyadarkanku. Saat mengamati raut wajahnya, aku mulai memahami sesuatu. Riko masih bercanda denganku, bahkan menyuruhku untuk mengirimkan laporan keuangan. Bukan karena wajahku, melainkan paman yang kusebutkan sambil lalu kemarin. Namun meskipun aku punya paman, Riko bahkan tidak tahu siapa orang itu. Mengapa dia begitu baik padaku karena ini? Mungkinkah Riko salah paham? Aku berpikir sejenak dan memutuskan untuk tidak mengungkapkan hal-hal ini dulu, hanya berkata, "Ibuku kurang sehat setelah melahirkanku, jadi paman yang m

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.