Bab 76
"Dia ...."
Patricia berusaha keras menekan rasa gelisah di hatinya, lalu dengan suara pelan bertanya pada Devi, "Apakah dia sedang mencariku?"
Melihat wajah Patricia yang jelas gelisah, Devi pun akhirnya hanya bisa mengangguk.
Devi mengerutkan keningnya dengan erat. "Sejak dia kembali, dia terus saja mencarimu. Bahkan, menyuruh orang menemuiku untuk menanyakan kabar. Tapi, aku benar-benar nggak tahu kamu ada di mana. Jadi, bagaimana mungkin aku bisa memberitahunya."
"Tapi, aku merasa, cepat atau lambat dia pasti akan menemukanmu."
Betapa pun hebatnya Robert, ketika berhadapan dengan ayahnya sendiri, tetap saja dia kurang berpengalaman.
Patricia berdiri. Dia menggendong Mimi sambil berjalan mondar-mandir, sama sekali tidak bisa duduk dengan tenang.
Jika Farrel datang hanya untuk membicarakan perjodohan, mungkin Patricia tidak akan setakut ini.
Namun, jika Farrel mengetahui hubungannya dengan Robert ....
Patricia merasakan pandangannya menjadi gelap. Dia berharap bisa pingsan di tempat.

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ