Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม
Kamu Hanya Tamu HidupkuKamu Hanya Tamu Hidupku
โดย: Webfic

Bab 23

Penolakanku padanya sangat jelas. Lucio menatap tangan yang baru saja kulepaskan, dan dalam sekejap, badai mengamuk di matanya. Dia menatapku tanpa berkedip, seolah di antara kami hanya tersisa keheningan dan hawa dingin. Junia tiba-tiba menatapku penuh rasa bersalah. "Maaf ya, Nona Natalie. Kamu terluka karena terlalu lama tenggelam waktu itu, ya? Ini semua salahku, kalau saja waktu itu Lucio bukan terlebih dahulu menyelamatkan kamu, kamu pasti nggak perlu ke rumah sakit ...." Dia menghela napas, wajahnya penuh kekhawatiran. "Tersedak air itu bukan hal sepele, biar Lucio antar kamu ke rumah sakit lagi, ya!" Kalau dia tidak menyebut soal kejadian di kolam renang, aku mungkin masih bisa tenang. Akan tetapi, sekarang aku langsung teringat penghinaan di hari itu. Aku langsung menepis tangannya, dengan suara dingin bagaikan es aku berujar, "Nggak usah." Aku menatap Lucio yang berdiri di belakangnya. "Surat cerai dan surat pengunduran diri, jangan lupa ditandatangani." Setelah berkata begit

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.