Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม
Kamu Hanya Tamu HidupkuKamu Hanya Tamu Hidupku
โดย: Webfic

Bab 66

"Aku sudah memikirkannya dengan matang." Aku berkata padanya, "Sejak hari itu di tepi kolam renang, saat aku tak sengaja tercebur dan dia malah tanpa ragu memilih menyelamatkan Junia, aku langsung tahu apa yang harus kulakukan ...." Sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, Michael langsung menyela, "Jadi, kamu sadar harus membuka mata, dan mencari pria yang akan selalu menyelamatkanmu tanpa ragu?" "Bukan." Aku menggeleng pelan dan berkata, "Sejak saat itu aku sadar, aku harus belajar berenang." "Kalau ada yang mau menyelamatkan aku, itu tentu bagus. Tapi, kalau nggak ada, aku harus bisa menyelamatkan diriku sendiri." Michael tampaknya tidak menyangka aku akan menjawab begitu. Dia terdiam sejenak. Setelah lama tenggelam dalam keheningan, barulah dia berkata, "Baiklah, kamu pulang dulu. Aku akan pikirkan baik-baik, nanti aku hubungi." Aku mengangguk, lalu bangkit hendak pergi. Namun, dia memanggilku lagi, nada suaranya seperti sedang bercanda, "Jangan sampai nanti waktu aku hubungi ka

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.