Bab 71
Matthew memeluk Kayla, tersenyum sambil berkata, "Pura-pura dingin nggak cocok untukmu."
Kayla tidak menjawab, hanya menatapnya dengan penuh kebencian, seperti malam itu.
Matthew memegang pinggang rampingnya, hendak menciumnya. Kayla menoleh dengan jijik. "Sebenarnya kamu anggap aku apa?"
Menciumnya di tempat seperti ini?
Matthew tidak punya rasa malu, tetapi Kayla masih punya.
"Baiklah, aku hormati kamu, Nyonya Kayla." Matthew bangkit berdiri, tampak sangat puas.
Panggilan "Nyonya Kayla" itu, Kayla tidak suka lagi.
Dulu, saat Marni memanggilnya "Nyonya", hatinya berbunga-bunga, bahkan bisa tertawa senang.
Menikah dengannya, menjadi istrinya, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Dia sering tersenyum diam-diam.
Namun, sekarang, Matthew tidak menganggapnya sebagai istri, malah memanggilnya begitu. Sungguh ironis.
Matthew meliriknya. Kening Kayla berkerut, jelas tidak bahagia, sangat berbeda dengan saat di Kota Zalea.
Penginapan yang Kayla dan Vina pilih adalah rumah bergaya tradisional yan

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ