Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 40

[Kelakuannya yang kelewatan bukan cuma itu. Dari gosip yang kudengar, Bu Merry ini angkuh dan sewenang-wenang. Beberapa waktu lalu, bahkan neneknya Pak Shayne sampai masuk rumah sakit gara-gara dia!] [Bukankah dia menikah dengan Pak Shayne cuma gara-gara urusan ranjang? Kok bisa-bisanya sesombong itu?] [Bisa nikah sama Pak Shayne tuh sudah pencapaian besar. Di negara kita, perceraian itu susah. Kalau dia mati-matian nggak mau cerai, bahkan Pak Shayne pun nggak akan bisa berbuat apa-apa, 'kan?] [Ah, sekarang aku paham kenapa Pak Shayne masih belum benar-benar memutuskan hubungan dengan mantan pacarnya. Kalau istrinya seperti ini ... Kalau itu aku, aku juga enggan melihatnya.] [Semoga Pak Shayne segera bercerai, lalu bersama Nona Sofie!] Belum selesai baca komentar, ponsel Merry berdering. Melihat nama yang tertera di layar, ekspresi Merry sedikit berubah. Dia pun mengangkat telepon itu. "Merry." Dari seberang, terdengar suara pria yang dalam dan hangat. Merry menggenggam ponsel, menjawa

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.