Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 485

Akhirnya Merry pulang. Setibanya di rumah, dia melihat Shayne sedang duduk di ruang tamu. Dia hanya melirik ke arah pria itu sekilas, lalu mengalihkan pandangan dengan acuh tak acuh dan berjalan ke atas dengan wajah datar. Shayne menatap wanita yang mengabaikannya dengan sorot mata muram. Merry kembali ke kamar dan hendak pergi mandi ketika pintu kamar tidur dibuka. Bulu mata Merry bergetar dan dia memalingkan muka seolah tidak ada yang terjadi. Sebelum Merry sempat masuk ke kamar mandi, seseorang tiba-tiba menarik pergelangan tangannya. Merry mendongak, menatap fitur wajah dalam dan tegas pria itu sebelum berkata dengan datar, "Ada apa?" Masih ada aroma alkohol samar di tubuhnya. Meskipun mata Merry jernih, pipinya masih agak memerah karena mabuk. Sorot mata Shayne muram. "Kamu baru saja sembuh, nggak baik kalau minum terlalu banyak." Mata Merry berkilat dan dia berkata dengan datar, "Aku mengerti." Sikapnya dingin dan acuh tak acuh. Mata gelap pria itu semakin serius. Dia menatap waj

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.