Bab 502
"Merry, aku nggak suka dia."
"Aku tahu kamu nggak suka dia."
Pria itu menatapnya dengan kejam. "Aku sangat membencinya."
Merry terdiam beberapa detik. "Kamu membencinya?"
Shayne berkata dengan datar, "Iya."
Raut wajah Merry menjadi semakin tidak percaya. "Kamu benci dia, tapi masih kabulkan semua keinginannya? Jangan bilang itu karena pembatasan yang Negara Turnic lakukan padamu?"
Awalnya Merry percaya. Lagi pula, akting Yuna memang di luar dugaan dan bisa dimengerti kalau Shayne belum sempat menyiapkan apa pun.
Kemudian saat pergi ke jalan camilan, Rudi tiba begitu cepat yang jelas menunjukkan kalau Shayne sudah punya rencana.
Kalau Shayne ingin pergi, presiden Negara Turnic pun sama sekali tidak bisa menghentikannya.
Kalau tidak, bagaimana dia bisa kembali begitu mudah setelah sembuh?
Shayne menatap mata Merry. "Karena Yuna menyelamatkan kita."
Merry mencibir. "Kamu yakin dia menyelamatkan kita, bukan sengaja menjebak kita?"
"Aku nggak yakin."
"Terus kok begitu yakin dia menyelamatka

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ