Bab 544
Sandra menoleh ke arah Yuna.
Mata Yuna berkilat, tetapi dia berusaha tetap tenang dan tidak emosi.
Merry mengalihkan pandangan dengan tenang seolah tidak menyadari makna mendalam dari tatapan pria itu.
"Jangan buang-buang waktu, nggak ada gunanya."
Shayne mengalihkan pandangan dan membetulkan pistol di tangan, lalu mengangkatnya dengan mantap. Sepasang mata yang dalam itu menatap lurus ke depan dengan raut wajah datar.
"Wush!"
Dengan suara mendesing tajam, peluru melesat bagai kilat dan mendarat tepat di sasaran.
"Wah!" Mata Sandra terbelalak dengan terkejut. Dia bahkan belum bereaksi dan peluru itu sudah melesat.
Wajah Merry tidak terlihat terkejut atau kagum, malah berkata, "Nona Yuna juga bisa menembak seperti itu."
Dia berjalan ke sisi Shayne sambil tersenyum, kemudian menunjuk ke tiga sasaran dengan jarak yang berbeda.
"Dulu aku nonton TV dan mereka bilang penembak jitu bisa mengenai sasaran sejauh apa pun ... bisa tunjukkan pada kami nggak?"
Shayne melirik Merry. "Apa hadiahnya k

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ