Bab 1207
Entah sejak kapan, sahabat yang dulu selalu berbagi cerita kini menjadi begitu kejam dan haus akan darah ...
Hal ini membuat Shinta ngeri sekaligus bingung!
"Ukh ..."
Tiba-tiba, Rina melenguh. Tubuhnya membungkuk sambil terus memegangi dadanya. Dia hampir ambruk ke tanah.
"Rin, Rina!"
Shinta yang juga terkejut, dengan segera mendekati Rina. Setelah memeriksa tubuhnya yang gemetaran, dia baru menyadari bahwa Rina terluka.
Shinta bertanya dengan penuh perhatian, "Kamu terluka? Apa kamu ingin pergi ke rumah sakit?"
"Enggak usah."
Setelah Rina beristirahat sejenak, dia memaksa diri untuk berdiri. Dia berkata dengan dingin, "Aku mengenal tubuhku sendiri. Aku bisa menanganinya. Kenapa harus pergi ke dokter ..."
"Enggak berguna."
Begitu ucapannya selesai,
Rina menepis tangan Shinta. Rina berusaha berdiri tegap tanpa bantuannya.
Shinta terperanggah tak percaya, bingung harus berkata apa.
Saat dia masih tertegun,
Rina Yulianto beranjak pergi ke Bahari Indah dengan langkah yang lambat.
"Rin ..."

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ