Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 1547

Walaupun tidak berbekas, sebagoan patinanya pecah. Teguh sedikit mengerutkan keningnya. Tampaknya pintu ini tidak akan bisa dibuka hanya dengan menggunakan kekuatan. Teguh terus mengamati pintu itu dengan saksama. Mengamatinya dengan cermat, Teguh berharap dapat melihat benda ajaib di dalamnya. Secara keseluruhan, pintu ini terlihat sangat mulus, meskipun patinanya sudah pecah. "Eh?" celetuk Teguh heran. Teguh menyadari ada bagian pintu yang penyok ke dalam. Bagian itu seharusnya adalah lubang kuncinya. "Bam!" Teguh melayangkan sebuah pukulan tepat di bagian atas pintu yang penyok. Setelahnya, banyak patina yang terkelupas lagi. Teguh memukulnya lagi beberapa kali dan bagian tersebut makin penyok dan memperlihatkan sesuatu. Terlihat sebuah lubang sebesar jari. "Ini ..." Teguh mengerutkan keningnya kebingungan saat melihat sederet gesper. 'Ini sangat aneh. Jarak pada deretan gesper ini terlihat berbeda.' 'Seperti ...' 'Lubang pada seruling.' Teguh tiba-tiba teringat dengan Seruling Peng

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.