Bab 2061
"Hihihi ..."
Yaman pergi sembari tertawa dengan suara aneh.
"Terima kasih banyak!"
Teguh berterima kasih dari belakang Yaman, tetapi tubuh astral itu kelihatannya tidak mendengarkan dan pergi begitu saja.
Kemudian.
Teguh mencoba berbagai cara memulihkan diri, tetapi gagal.
Lantas, Teguh mencoba lagi untuk menyelidiki darah monster dan tetap berujung pada kegagalan.
Akhirnya ...
Hanya ada satu cara tersisa untuk Teguh!
Teguh memutuskan untuk memejamkan mata sembari mulai memulihkan diri.
Suhu di tempat itu perlahan-lahan turun.
Matahari pun terbenam.
Tak berselang lama, rembulan terang mulai menyingsing dengan cahaya kemerahan.
"Huh?"
Teguh hanya melihat bulan itu sekilas dan seketika tubuhnya terasa sangat panas. Matanya menjadi merah, layaknya sedang bertransformasi menjadi monster!
Brak, bruk, bruak!
Beberapa saat kemudian, Teguh merasakan darah monster dalam tubuhnya bergejolak bagaikan air mendidih.
Pada saat bersamaan, sensasi terbakar pun melewati pembuluh darahnya dan menyebar k

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ