Bab 359
"Hah?"
Rahasia kecil yang tersimpan di dalam hati Hanum terungkap. Seperti kelinci yang terkejut, dia langsung menggelengkan kepalanya dan membantah, "Nggak, kok. Kakek jangan asal tebak, deh!"
Meskipun dia berkata begitu, ada sedikit rona merah yang muncul di wajahnya.
Pak Husada sudah berpengalaman dalam menghadapi banyak orang, mana mungkin dia tidak memahami pikiran Hanum.
Dia menggelengkan kepala dan menghela napas, "Hidup kita yang singkat ini seperti kuda putih yang sedang melintas, datang dan pergi dengan cepat."
"Kamu sekarang sedang dalam masa terbaik di hidupmu. Jadi, jangan ragu untuk mencoba segala hal baru, entah itu mendaki gunung, mengejar mimpi, atau mencintai seseorang."
"Jangan menunggu sampai ... sepertiku."
"Nanti, kalau kamu sudah menua dan mendekati ajal, baru kamu akan menengok kembali ke masa lalu, menyisakan penyesalan di dalam hati."
Pada masa mudanya, Pak Husada juga merupakan sosok yang tampan dan berjiwa bebas.
Namun, sekarang ...
Tubuh dan pikirannya suda

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ