Bab 1080
"Clarine, kamu belum tidur?" Suara Steven terdengar lembut dan mendayu begitu memikat, hingga hampir bisa membuatnya luluh.
Namun entah mengapa, suara itu justru memberi kedamaian dalam hatinya.
"Belum ngantuk." Clarine bangkit dan berjalan ke balkon, menikmati semilir angin malam sambil memandang bulan yang bersinar terang.
"Kamu jadi susah tidur karena nggak ada yang memelukmu, ya?" Pria itu tertawa kecil dengan nada suara yang hangat.
"Huh, nggak lah! Kamu bukan segala-galanya bagiku kali!" Pipi Clarine merona, tetapi dia tetap berusaha menyangkal.
"Tapi, Clarine, kamu segalanya bagiku."
Pengakuan penuh cinta dari Steven itu tiba-tiba membuat jantung Clarine berdegup lebih kencang, darahnya berdesir hangat.
Dia sangat merindukan pria itu.
Tanpa mendengar suaranya, rasa rindunya masih bisa ditahan. Namun, begitu suara itu terdengar, rasa rindunya bak ombak yang terus menghantam tanpa henti.
"Kamu ngapain saja hari ini?" Dia mengalihkan pembicaraan.
"Selain bernapas, aku cuma memikirk

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ