Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 1251

Adriel segera mengayunkan tamparan ke arah Herios. Elin terkejut, matanya membesar dengan ekspresi tidak percaya. Sebelum Herios dan Elin sempat bereaksi, Adriel melayangkan tamparan demi tamparan tanpa henti! "Tamparan ini untuk kebodohanmu! Nyawamu ada di tanganku, tapi kamu masih berani berbicara soal kerja sama!" "Tamparan ini untuk kesombonganmu! Kamu pikir siapa dirimu sampai berani mengincar wanitaku!" "Dan ini untuk Elin! Dia adalah wanitaku, kesalahanmu ini nggak akan mudah dimaafkan!" Dengan setiap tamparan, Adriel menyebutkan satu demi satu dosa Herios. Saat mulai bosan, Adriel menunjuk Herios dan berkata kepada Elin, "Mukanya keras sekali, tanganku sampai sakit. Apa lagi yang kamu tunggu? Ayo, giliranmu." "Aku ... aku juga?" tanya Elin yang terpana. "Ya, kamu datang kemari untuk apa? Bukankah untuk balas dendam? Ini kesempatan emas, jangan sia-siakan!" jawab Adriel dengan nada datar. "Kamu bilang apa? Dia mau balas dendam padaku? Dasar ... " umpat Herios. Dia yang sudah keh

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.