Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 140

Mereka mengobrol selama beberapa saat. Pandangan Carlo beralih ke arah Rosie. Dia melihat Kristofer sedang asyik berbicara dengan Rosie. Sorot mata Carlo berubah muram, dan konsentrasinya buyar. Rosie berpaling, tepat bertemu dengan mata Carlo. Rosie tersenyum. Pria inilah yang tepat untuknya. Bukan soal kaya atau tidak, tetapi karena kedewasaannya. Meski terkadang pria ini agak kaku. "Kakinya nggak sehat, apa bisa memuaskanmu?" tanya Kristofer. Rosie langsung membuang jauh-jauh kesan baiknya terhadap pria ini. "Kristofer, kalau kamu butuh wanita, carilah di tempat lain. Dengan kondisimu, kamu pasti laris di pasar perjodohan." "Kalau kamu benar-benar ingin balas dendam pada mereka berdua, akulah pilihan terbaik. Aku bisa memberimu kebebasan, mau menikah pun aku siap, bisa menghabiskan uang semaumu, sekalian bisa dengar mereka memanggilmu bibi." "Tawaran ini cukup menggiurkan." "Kemampuanku di ranjang mungkin lebih baik dari Carlo, kalau kamu mau mencoba." Rosie terkesiap sampai hampir

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.