Webfic
เปิดแอป Webfic เพื่ออ่านเนื้อหาอันแสนวิเศษเพิ่มเติม

Bab 80

"Dan satu hal lagi, aku luruskan. Aku nggak hamil dan soal naik ke ranjang bos, aku juga tak perlu ...." "Dia benar, dia nggak perlu naik ke ranjangku. Akulah yang membujuknya, menipunya dan dengan tak tahu malu menggendongnya ke atas." Carlo berdiri di samping kursi kemudi, matanya dingin dan setajam pisau. Rosie tertegun, lalu menoleh. Kenapa dia bisa asal ceplos saja begitu? Dia menutup pintu mobil pelan, berjalan ke arah Rosie, lalu melingkarkan tangan di pinggangnya. "Nona Selina begitu perhatian pada pujaan hatiku?" Pujaan hati? Berlebihan bukan .... Paling-paling hanya sebatas hubungan satu malam. "Hehe, nggak juga ...." Jelas, Selina langsung berkeringat dingin begitu Carlo berbicara. Dia tidak bisa melupakan kejadian saat ditampar di rumah sakit waktu itu. Itu pertama kalinya dia melihat pria memukul wanita. Meski kabarnya Carlo dikenal dingin namun lembut dan cerdas dalam bertindak, tak disangka demi Rosie dia sampai berani main tangan di tempat umum. Bahkan berita yang diseb

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์

ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม

เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ

© Webfic, สงวนลิขสิทธิ์

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.