Bab 465
"Shania, apa kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?"
Suara berat dan tenang itu datang begitu tiba-tiba.
Shania tersentak kaget.
Pikirannya yang selama ini disembunyikan tiba-tiba tersingkap, membuatnya tak sempat menutupi raut wajahnya. Semuanya terbaca jelas oleh pria ini.
Butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya Shania membuka suara, "Nggak."
"Benarkah?" Tatapan Xander kian dalam.
"Nggak."
Tatapan mereka saling bertemu.
Mata pria itu seakan bisa menembus hingga ke kulit dan tulang Shania, menelanjangi segala yang Shania sembunyikan.
Awalnya, Shania masih bisa berpura-pura tenang.
Namun perlahan, dia mulai tak sanggup menahan tekanan itu. Tatapannya mulai bergetar halus.
Dia tidak bisa lagi menahannya.
Tepat sebelum semuanya runtuh, dia tiba-tiba merangkul leher pria itu, lalu menekan bibirnya ke bibir Xander.
Lidahnya yang hangat dan licin menyusup masuk dengan gerakan menggoda.
Sebelum dia sempat membuka gigi pria itu, Xander justru lebih dulu memberi jalan, membalas ciumannya den

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ