Bab 61
Saskia memandang dua orang ini dengan bingung, mengapa mereka tampak seperti akan bertengkar?
Dia sebenarnya bisa pulang sendiri.
Saat hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba Mason tertawa.
Kemudian, dalam sekejap, pria itu membopong Saskia.
"Pak Leo, aku tinggal bersama Saskia, jadi nggak enak kalau kamu yang mengantarnya. Saskia juga sudah lelah, kami harus segera beristirahat."
Saskia tidak menyangka akan tiba-tiba dibopong, dia langsung terkejut dan segera memeluk leher Mason.
Begitu tersadar, mereka sudah berjalan ke pintu keluar ruang perjamuan.
Saat ingin melepaskan diri, siapa sangka pria itu tiba-tiba berbisik di telinganya.
"Jangan lupa, kita masih satu komplotan."
Saskia langsung terdiam. Benar juga, dia dulu setuju berkomplot dengan pria itu.
Memang benar, tidak boleh bertindak gegabah sembarangan.
Mason mendorongnya ke kursi penumpang depan, lalu berbalik dan kembali ke kursi pengemudi.
Saskia berpaling, membuka bibir tipisnya, dan matanya berkilau.
"Pak Mason, kita memang pu

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ