Bab 72
Baru saja turun dari mobil, Johan langsung menghampiri menyalahkan Mason.
"Mason, aku sudah serahkan Saskia padamu, jadi kayak gini caramu melindunginya? Kalau terjadi sesuatu pada Saskia, aku akan membuat perhitungan denganmu!"
Mason mengepalkan tangan erat-erat, rasa jengkel dan gelisahnya sudah mencapai puncak.
"Diam!" Mason berteriak marah, "Daripada kamu menghalangi aku, lebih baik kamu segera selamatkan Saskia!"
"Brak!"
Dari atas gedung terbengkalai, sesuatu jatuh keras ke bawah, menimbulkan suara dentuman besar.
Dengan bantuan cahaya, pakaian hitam yang tergeletak di tanah tidak jauh dari situ terlihat sangat mencolok.
"Bum!" sesuatu seolah meledak di dalam kepala Johan.
Dia refleks berlari ke arah itu.
"Saskia!"
Tidak mungkin Saskia mati begitu saja, tidak mungkin!
Hati Mason juga terhentak, tetapi dia segera menekan perasaannya, bibirnya terkatup rapat.
Saskia tidak mungkin mati semudah itu. Perempuan itu terlalu licik, bagaikan seekor rubah kecil.
Sekalipun benar-benar diculi

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ