Bab 11
"Nggak ada di rumah? Bagaimana mungkin?" Bastian tertegun, seolah tidak mengerti kata-kata asistennya.
"Vania nggak ada di rumah? Bagaimana mungkin?" pikir Bastian.
Kemarin saat mengusulkan pesta ulang tahun untuk Nathan, wanita itu juga setuju, tidak menunjukkan keanehan, mengapa tiba-tiba wanita itu menghilang?
"Tuan Bastian, pelayan di vila mengatakan kemarin Nyonya belum pulang. Pakaian dan kartu identitasnya juga sudah nggak ada, sepertinya Nyonya memang berniat meninggalkan rumah."
Mendengar itu, ekspresi Bastian langsung menjadi suram. Kata-kata asistennya itu bagaikan batu yang menghantam hatinya dengan keras, seketika mengguncang hatinya.
Kepalanya seperti berdengung, seolah tidak bisa berpikir.
"Nggak mungkin! Mana mungkin Vania berniat meninggalkan rumah? Mungkinkah ada yang mengancamnya?"
Bastian bahkan tidak menyadari bahwa suaranya sedikit bergetar.
Vania adalah istrinya. Wanita itu sangat mencintainya, bagaimana mungkin wanita itu berniat meninggalkannya?
Asisten itu ter

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ