Bab 164 Tidak Bermoral!
Susan mendorong pintu ruang VIP, melihat kedua orang itu duduk di sofa tanpa bergerak, lalu bertanya dengan heran, "Kalian nggak bermain?"
"Main!" Kali ini Hardy yang lebih dulu menjawab. "Kamu sudah bermain sekali dengannya, sekarang saatnya bermain denganku, 'kan?"
Jovan menjawab dengan santai, "Aku juga bisa."
Susan berpikir sejenak. "Kalau begitu, kalian berdua saja dulu. Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar."
Hardy dan Jovan saling menatap, kemudian keduanya menggeleng serentak. "Nggak, aku nggak mau main dengannya."
Tanpa mengangkat wajahnya, Susan berkata, "Kalian main dulu saja, nanti aku ikut."
Setelah kata-kata itu, keduanya sungkan menolak Susan dan akhirnya kembali memegang stik biliar.
Hardy memicingkan mata menatap Jovan, bibirnya tersenyum tipis. "Pecundang."
Jovan tidak tersinggung. "Kali ini jangan sampai kamu dikalahkan oleh pecundang sepertiku."
Hardy tetap menyepelekan Jovan.
Saat bermain, dia terus melakukan gerakan kecil untuk menarik perhatian Susan.
Namun, S

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ