Bab 228 Hardy, Keluar!
Susan menggendong putrinya kembali ke hotel. Melihat kue itu, dia sangat ingin membuangnya ke tempat sampah.
Namun, pandangan Yuki terus tertuju pada kue itu. Sejak pulang tadi, matanya tidak pernah lepas darinya.
Jelas terlihat dia sangat ingin memakannya.
Yuki mendongak menatap Susan, memohon dengan mata berbinar. "Mama, makan."
"Hari ini kamu sudah makan sepotong, nggak boleh makan lagi." Susan mengelus kepala Yuki, lalu meletakkannya di atas tempat tidur.
Yuki menggigit jarinya. Meski tahu tidak boleh makan lagi, matanya tetap enggan berpaling.
Hati Susan melunak, lalu dia memotongkan sepotong kecil, "Setelah ini, nggak boleh makan lagi."
Yuki dengan gembira mencium pipi Susan. "Terima kasih Mama."
Susan menatap Yuki. Di matanya tersirat kecemasan. Sejak Hardy mengetahuinya, setiap hari dia hidup dalam kegelisahan.
Sekarang dia hanya ingin membawa Yuki kembali ke Negara Merikana dan menyembunyikannya, agar Hardy tidak dapat menemukannya.
Namun, jika Hardy benar-benar bertekad menca

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ