Bab 13
Calia mengenakan gaun putih, berdiri lemah tak berdaya di kejauhan.
Bukan Vanya.
Namun sebelum sempat bereaksi, Calia sudah meloncat ke pelukannya.
Kresna menatap sosok putih yang menghampirinya, tubuhnya nyaris membeku sejenak.
Dengan tenang dia mendorong Calia perlahan, suaranya datar tapi dingin. "Kenapa kamu di sini?"
Calia menatapnya dengan mata bersinar penuh harap. "Aku menanyakan jadwal penerbanganmu ke asistenmu, dan sengaja datang menjemputmu."
Dia menggigit bibir, tampak cemberut. "Kresna, kamu nggak senang melihatku?"
Kresna menggeleng, sambil merapikan mansetnya, menghindari genggaman tangan Calia. "Bukan begitu. Hanya saja anginnya cukup kencang, dan tubuhmu masih lemah. Jangan sampai kamu sakit."
Calia memutar tubuhnya, hingga gaun putihnya mekar seperti kelopak bunga. "Berkat tim medis yang kamu datangkan saat aku di luar negeri, aku sudah pulih sepenuhnya."
Lalu dia menahan lengan Kresna. "Kresna, kalau nggak ada urusan mendesak, maukah kamu ikut aku ke suatu tempat? A

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ