Bab 99
Jane gemetar hebat. Keluarga Harna adalah keluarga terpandang. Setelah Willy akhirnya membawa pacarnya ke rumah, dan ayah serta ibunya sangat puas, tentu saja mereka ingin segera menimang cucu.
Jane buru-buru menenangkan emosinya, lalu meraih tangan Willy, menghentikan pergerakan nakalnya di bawah bajunya.
"Wi ... Willy ...."
"Hmm?"
"Saat ini aku mau fokus pada karierku, aku belum mau punya anak."
Memiliki anak belum masuk dalam rencana hidupnya saat ini.
Mendengar kata-kata Jane, Willy segera menghentikan candaan dan godaannya, takut kalau-kalau membuatnya ketakutan. Namun, sebelum dia bisa memberikan penjelasan, Jane sudah menatapnya dengan mata jernih dan serius, tanpa sedikit pun keraguan.
"Kalau keluargamu sangat ingin punya cucu, aku bisa menyerahkan posisiku. Aku nggak ingin menghambatmu ...."
Begitu kata-kata itu keluar, wajah Willy langsung menggelap. Di balik ekspresi tenangnya, ada aura dominasi yang tak terelakkan.
Dia menatap Jane, suaranya dalam dan tegas, "Jane, selain k

คลิกเพื่อคัดลอกลิงก์
ดาวน์โหลดแอป Webfic เพื่อปลดล็อกเนื้อหาที่น่าสนใจเพิ่มเติม
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ
เปิดกล้องโทรศัพท์เพื่อสแกน หรือคัดลอกลิงก์แล้วเปิดในเบราว์เซอร์ของคุณ