Bab 355
Reynard tidak menjawab, sementara air mata sudah membanjiri wajah Ivy. Dengan suara tersendat, dia berkata, "Rey, aku nggak bisa tanpamu. Tanpamu, aku nggak tahu harus gimana."
Namun, Reynard tetap diam. Ivy mulai berpikir bahwa teleponnya sudah terputus. Dia melanjutkan, "Rey? Rey, apa kamu masih mendengarku?"
Ivy melihat ke layar ponselku dan melihat panggilan masih berlangsung. Wanita itu melanjutkan, "Rey ... "
Akhirnya, Reynard merespons dengan suara dingin, "Ivy, siapa yang menyuruhmu datang ke rumahku? Apa kamu lupa gimana aku memperingatkanmu?"
Tangan Ivy yang memegang ponsel gemetar. Dia membalas, "Rey, aku benar-benar nggak punya pilihan lagi. Aku cuma mau melindungi anak ini. Kamu yang bilang, nggak boleh terjadi sesuatu pada anak ini."
Lucu sekali.
Aku tidak bisa menahan senyum sinis. Padahal beberapa hari lalu, Ivy masih ingin menggugurkan anak itu di depan orang tua Freddy.
"Ivy, ini terakhir kalinya," tegas Reynard. Nadanya terdengar makin dingin.
Ivy memanggil, "Rey ...

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link