Bab 406
Aku memejamkan mata sambil bernapas lega. Rasa khawatir yang sedari tadi mencengkeramku karena tidak bisa menghubungi Mario akhirnya perlahan sirna.
"Kamu sendiri di mana?" tanyaku balik.
"Di depan rumah."
Ketika mendengar jawabannya, terbayang di benakku sosoknya yang berdiri sendirian di depan rumahku yang sepi.
Aku sudah pindah rumah, tetapi dia tidak tahu karena aku tidak bisa menghubunginya. Jadi, dia pasti pergi ke rumah lamaku.
"Kamu nggak bawa ponselmu dan Alice bilang kamu sudah pulang. Freya harus dioperasi lagi dan aku nggak bisa menghubungimu sama sekali," jelas Mario.
Aku menarik napas panjang, perlahan membuka mata dan menatap sekeliling rumah baruku. "Aku juga nggak bisa menghubungimu."
"Aku tahu," jawabnya, membuatku tersenyum kecut.
Sebelum aku sempat menanyakan mengapa dia sulit dihubungi, dia sudah lebih dulu berkata, "Everly, akan kujelaskan semuanya saat nanti kita bertemu. Apa kamu pindah rumah?"
Ya, aku pindah.
Mario tidak tahu soal rumah baruku ini.
Sebelumnya,

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link