Bab 275 Suatu Malam Yang Liar
Malam itu adalah suatu malam yang liar.
Mereka mengungkapkan rasa rindu mereka satu sama lain melalui ciuman mereka.
"Sally, aku mencintaimu."
Farrel melepaskan semua emosinya dalam gumaman dan erangan di telinganya, sementara air mata Sally terus mengalir tanpa henti. Dia memegang punggungnya, terlarut dalam emosinya.
Farrel tertidur lelap.
Ruangan itu redup, dan satu-satunya sumber cahaya yang ada di ruangan itu adalah lampu dinding di samping tempat tidur.
Cahaya kuning menyinari tempat tidur, menyelimuti Sally saat dia menatap Farrel dengan penuh kehangatan.
Seolah-olah Sally sedang mencoba untuk mengukir sosoknya ke dalam pikirannya.
Sudah dua bulan sejak terakhir kali dia melihatnya, dan dia tampak semakin kurus. Meskipun cahayanya redup, dia bisa melihat dengan jelas lingkaran hitam di bawah matanya.
Dia tidak menjalani hidupnya dengan baik.
Tiba-tiba, dia merasakan konflik emosi yang melonjak ke dalam hatinya.
Ada rasa bersalah, sakit hati, serta perasaan lain yang t

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link