Bab 86
"Bagaimana kalau begini? Lebih mudah untukmu."
"Nggak masalah! Pamanmu lebih tinggi darimu, aku sudah terbiasa."
Mendengar Olivia menyebut pamannya, Marco mengernyit. "Kamu sering bantu Paman ikat dasi?"
Olivia berpikir sejenak. "Kadang-kadang saja. Pak Marcello biasanya bisa sendiri."
Orang yang perfeksionis itu, kecuali dalam keadaan khusus, selalu sangat teliti dalam penampilannya.
Ke mana pun dia pergi, Marcello selalu memberikan kesan anggun dan berwibawa.
"Setelah kembali ke Kota Mitan, tolong ajari aku cara mengikat dasi! Aku juga nggak punya sekretaris, nggak bisa asal ikat terus."
"Oke."
Terhadap hal sepele seperti itu, Olivia sama sekali tidak menganggapnya serius.
Tak lama kemudian, mobil yang menjemput mereka tiba di pintu hotel.
Olivia berpikir bebas naik mobil mana saja, asal sampai ke tujuan.
Akan tetapi, ketika dia hendak membuka pintu mobil, Marcello memanggilnya.
"Bu Olivia."
"Ya, Pak Marcello."
Di bawah tatapan Lina, Olivia duduk semobil dengan Marcello.
Saat akan pe

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link