Bab 89
Olivia secara refleks ingin menyanggah, "Dia bukan ...."
"Masih malu-malu? Pacarmu sudah bilang saat masuk rumah sakit tadi, pacarnya demam."
Olivia menoleh pada Marcello dengan kaget, dan mata mereka bertemu.
"Ini bukan di kantor, masih harus disembunyikan?"
Pertanyaan itu membuat Olivia kehabisan kata-kata. Dia hanya bisa menggelengkan kepala.
"Pejamkan matamu dan tidur sebentar. Aku bangunkan kalau obat infus sudah habis."
Selesai berbicara, Marcello jelas tidak berniat untuk pergi! Marcello juga dapat menebak apa yang ingin Olivia katakan. "Tenang saja, urusan kerja nggak akan tertunda."
Olivia benar-benar tidak enak badan. Kelopak matanya terasa sangat berat!
Olivia mengiakan, lalu tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Melihat Olivia sudah tertidur, Marcello menarik selimut untuk menutupi Olivia. Baru setelah itu, Marcello mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkan mode senyap agar tidak mengganggu istirahat Olivia.
Hari ini memang banyak acara, apalagi baru sampai di Pulau A

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link