Bab 143
Sesaat berikutnya, dia tiba-tiba membuka mata. Tatapannya tajam seperti pisau.
Otot lengan kanannya yang kuat mengencang, dia mengayunkan tinjunya dengan keras ke arah depan kanannya yang kosong!
"Buk!"
Seolah-olah ada sesuatu yang pecah, udara tampak terdistorsi untuk sejenak.
Sania yang disandera oleh penjahat pun dengan jelas kembali muncul dalam pandangannya.
Dalam sekejap mata, Bernard sudah melangkah maju. Gerakannya begitu cepat hingga hanya menyisakan bayangannya saja.
Dia langsung memegang pergelangan tangan penjahat itu dan memutarnya dengan kuat.
"Krek!" Terdengar suara tulang yang terdislokasi.
Penjahat itu mengerang kesakitan dan melepaskan pegangannya.
Bernard dengan sigap menarik Sania ke dalam pelukannya sambil menendang dada sang penjahat.
Penjahat itu mengerang kesakitan, dia terdorong beberapa langkah ke belakang dan menabrak dinding rendah di belakangnya.
Namun, saat Bernard hendak mengejarnya, sosok penjahat itu lagi-lagi menjadi kabur dan menghilang.
"Bernard," pa

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link