Bab 628
Aku buru-buru mendorong pintu kaca dan menariknya. "Nona Evanna, kamu salah paham."
Evanna dengan marah menepis tanganku. "Nona Vanesa, aku nggak salah paham tentang apa pun. Aku tahu aku akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan. Sama seperti Nona Vanesa dan Albert dulu."
Mendengar hal itu, perasaan bersalahku langsung menghilang.
Aku mengernyit dan berkata, "Nona Evanna, kuakui tadi aku menanyakan keadaanmu, tapi aku sama sekali nggak ada niat jahat. Nggak pantas kamu mengejekku seperti itu."
Evanna hanya tersenyum dingin dan menjawab, "Apa artinya pantas atau nggak? Lagi pula, aku itu tamu yang nggak diharapkan, jadi silakan katakan apa pun yang kalian mau."
Setelah mendengarnya, aku merasa marah. "Ya, kalau Nona Evanna menganggapku nggak baik, katakan saja. Kenapa kamu mencari Rafael? Apa aku harus menyebutkannya?"
Evanna tertegun selama beberapa saat.
Jelas, dia tidak tahu bahwa aku melihatnya memohon kepada Rafael.
Evanna menyipitkan matanya dan berkata, "Nona Vanesa, apa maksudmu

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link