Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 71

Aku langsung duduk tegak. Sejak aku kembali dari panti rehabilitasi hari itu, aku dan orang tuaku selalu bertengkar. Ibu sesekali mengirimiku pesan, menyuruhku untuk tidak marah. Akan tetapi, aku tidak membalas satu pun pesannya. Setelah ragu sejenak, aku mengangkat panggilan telepon itu. "Ayah." Ayah berdeham pelan dan mengatakan kekhawatirannya terhadap kesehatanku dengan nada canggung. Setelah aku menjawab pertanyaannya satu per satu, kami berdua mulai terdiam. "Ayah, kalau nggak ada yang perlu dibahas lagi, aku tutup teleponnya." Ayah memanggilku dan bicara dengan nada agak malu-malu. "Kamu masih marah pada Ayah dan Ibu? Hari itu, Ayah terlalu cemas jadi bilang seperti itu. Ibumu dan Ayah benar-benar melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri, bukan untuk menyakitimu." "Aku tahu, Ayah. Aku nggak marah." Kami sempat menemui jalan buntu kembali.Akhirnya, Ayah kembali berbicara dengan susah payah. "Ini memang salah Ayah. Aku seharusnya nggak bilang seperti itu padamu. Ibumu dan Ayah mengk

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.