Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 84

Tidak mungkin. Aku 'kan sudah ketahuan membohongi Daniel, dia juga tidak perlu menerorku begini. Detik berikutnya, Daniel menelepon lagi. Keberanianku yang akhirnya terkumpul mendadak lenyap. Aku memegang ponselku dengan gemetar dan berpikir sejenak. Saat aku akhirnya hendak memencet tombol jawab, seorang pria berjalan tergesa-gesa dari samping dan membuatku menjatuhkan ponselku. Aku sontak memekik dan bergegas memeriksa ponselku. Layarnya benar-benar rusak. Ponsel itu tetap gelap, tidak peduli seberapa keras aku menekan tombol daya. Pria yang menabrakku itu berhenti dan berjalan menghampiriku sambil meminta maaf dalam bahasa Inggar. "Maaf, aku lagi terburu-buru. Apa ponselmu baik-baik saja?" Aku memandangi ponselku yang mati total itu, lalu mendongak dengan tekad memaki si pria yang menabrakku. "Gimana sih kamu jalan? Nggak punya mata, ya? Masa nggak lihat ada orang sebesar ini berdiri di sini .... Loh, kamu!" Aku langsung berhenti memaki sambil menunjuk pria di depanku dan berseru de

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.